HIMATANSI UNIMAL: More
Headlines News :

Terbaru

Showing posts with label More. Show all posts
Showing posts with label More. Show all posts

Sejarah Dan Perkembangan Akuntansi

Written By Andra Supriatna on Tuesday, 15 October 2013 | 12:32

Buku karanganLuca Pacioli
dengan judul
 Summa De Aritmetica
,Geometrika, 
Proportioniet Proportionalita
Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan pada tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.
Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi
Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 SM. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka-angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.
Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul “Tractatus de Cumputis at Scritorio” buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double entry bookkeeping.
Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Double entry accounting system telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul “Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita” yang berisi tentang palajaran ilmu pasti.
Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan “Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan sebenarnya tidak ada.”
Jika kita kaji sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbuhannya sudah ada sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya literatur belum banyak menganalisis bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi, 1999) “Sebenarnya orang-orang Italia dalam abad ke-14 baru menerapkan sistem pembukuan berpasangan lengkap setelah terlebih dahulu digunakan oleh saudagar-saudagar Moslem (Moslem Merchants).”
Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.
Dalam artikelnya, Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut.
Tahun 1775,pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry maupun double entry.
Tahun 1800,masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.
Tahun 1825,mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).
Tahun 1850,laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.
Tahun 1900,di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
Tahun 1925,banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:
  1. Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;
  2. Laporan keuangan mulai diseragamkan;
  3. Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
  4. Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya “punch card record”.

Tahun 1950 s/d 1975,Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut.
  1.  Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.
  2. Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
  3.  Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
  4. Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
  5. Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.
  6. Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
  7. Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.

Tahun 1975,mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:
  1. Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
  2. Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit;
  3. Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
  4.  Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan
  5. Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

Pada abad XIX revolusi industri di Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan. Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan Ameri­can Institute of Certified Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa saham.
Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciólo. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan.
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli.
Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya  teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon).
Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrol pembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan public pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918.
Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan dib Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh bangsa belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatab tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964).
Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia bediri 23 Desember 1957. Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang akuntan Indonesia.profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu juga dikeluarjannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul dengan undang-undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparansi di Indonesia.

Referensi

SOT Himatansi Priode 2013-2014

Written By Andra Supriatna on Saturday, 21 September 2013 | 18:32











Seminar Nasional Tax Goes To Campus

Written By Andra Supriatna on Thursday, 19 September 2013 | 18:46

Lhokseumawe, Seminar Nasional Dengan Tema Semangat Pemuda Membangun Bangsa dengan pemateri Bpk. Safuadi, ST., M.Sc (Ka. Pusdiklat Pengembangan Sumner Daya Manusia BPPK,Kementrian Keuangan RI) Kamis (19/9/2013) yang dimulai Pukul 08.30 WIB Di gedung GOR ACC Cunda yang juga disertai dengan lomba Sistem Perhitungan Pajak Pribadi ( SPT OP) Berlangsung Dengan semarak, terlihat Mahasiswa Dari beberapa Universitas Di Lhokseumawe dan Siswa/i SMA antusias mengikuti acara ini.
Seminar yang mengulas tentang pentingnya pendidikan/skill yang dapat mencerdaskan namun juga mensejahtrakan, dan menekankan bahwa tidak ada keterbatasan yang dapat membelenggu akan kesuksesan seseorang.
seminar ini semakin semangat ketika Tim Panitia dari  Kanwil Pajak Membagikan Doorprize bagi peserta yang hadir lebih cepat saat seminar dan bagi peserta yang mengikuti lomaba SPT OP dan juga saat pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba, namun juga saat seasen tanya-jawab, setiap peserta yang bertanya dan menjawab di berikan cendramata dari tim panitia.
Seminar ini menekankan tentang pentingnya pajak terhadap pembangunan dan juga terhadap pendidikan
Tim Panduan Suara Mahasiwa/i Akuntansi Universitas Malikussaleh

Pembagian Hadiah Pemenang Lomba SPT OP

Tim UKM Meurah Silu Universitas Malikussaleh

Bpk. Razif SE, M.Si (Kanan) Dan Bpk. Safuadi ST, M.Sc (Kiri)

Akreditas Akuntansi Universitas Malikussaleh

Written By Unknown on Thursday, 8 August 2013 | 07:23

Akreditas Akuntansi Universitas Malikussaleh berdasarkan SK BAN PT Tahun 2012, dengan No SK 047/BAN-PT/AK-XV/S1/XII/2012 Memproleh pringkat Akreditas "B" yang akan kadaluarsa hingga 28 Desember 2017
untuk info lebih lanjut silahkan kunjingi situs Resmi BAN-PT atau lihat tampilan Screenshot Berikut
Akreditas Akuntansi
Universitas Malikussaleh

Visi-Misi Himatansi

Written By Andra Supriatna on Friday, 2 August 2013 | 20:18

Visi & Misi Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Malikussaleh

Kepengurusan Himatansi Universitas Malikussaleh

Kepengurusan Himatansi Universitas Malikussaleh
Priode I: Sdr. Fauzan Ishak Aksa dan Sdr.Fahreza Frilanda (2009-2010)
Priode II: Sdr. Junaidi dan Sdr.fakhrurrazi (2010-2011)
Priode III:Sdr.Yusrizal dan Sdr. Muammad Jupfri (2011-2012)
Priode IV:Sdr. Abdul Mughni Fahrizan dan Sdr. Irfan Kamal (2013-2014)

Sejarah Himatansi Universitas Malikussaleh

SEJARAH
Jurusan Akuntansi Universitas Malikussaleh Didirikan Tahun 2007 Dengan Memiliki 2 Kelas, namun para mahasiswa akuntansi saat itu belum memiliki organisasi/wadah untuk menghimpun para mahasiswa, Pada 28 September 2008 para mahasiswa akuntansi mendirikan sebuah Forum dengan nama Accounting Study Club (ASC), dimana dalam forum tersebut diketuai oleh Sdr. Hayatullah Khomaini dan di ikuti oleh 2 perwakilan dari setiap Kelas yaitu Nurhasanah dan Fauzan Ishak Aksa dari kelas A. dan Lia Safrina dan Septa Hariedi dari kelas B. Dari forum tersebut terpilih Sdr. Septa Hariedi dan Sdr. Hayatullah Khamaini, tujuan dari forum tersebut adalah dalam upaya mengumpulkan mahasiswa akuntansi untuk menjadi komunitas, menyusun draf AD/ART dan visi misi organisasi, dan Sebagai acara sosial dsb.
Dalam Masa Pendirian nya ASC telah menjalankan beberapa kegiatan diantaranya

  1.  Bedah buku
  2. Tray out di sma 1 perlak, dalam rangka mempromosikan akuntansi di luar kota lhokseumawe dimana Anggaran try out tersebut terdiri dr mahasiswa.
  3.  MYOB accounting di smk 3 lhokseumawe, yang didanai pihak BRR

Pada 18 oktober 2008 dilaksanakan Musyawarah Besar Mahasiswa (MBM) pertama yang ikuti oleh angkatan 2007 dan 2008, Hasil musyawarah bersama pada 18 oktober 2008 melahirkan beberapa rekomendasi diantaranya

  1. Lahirnya Nama Himatansi
  2. Lahirnya Pemilihan Umum Disingkat Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa KPRM, Yg Selanjutnya Di Lakukan Oleh KPRM, Ketua KPRM pertama Sdr.Juanda Rangkuti
Susunan pengurus pertama terdiri dari:
o   Ketua Sdr. Fauzan Ishak Aksa
o   Wakil Ketua Sdr.Fahreza Frilanda,
o   Sekretris Umum Sdr. Hayatullah Khomaini
o   Wakil Sekretaris Umum Sdr. M.Junaidi
o   Bendahara Umum Juanda Rangkuti
o   Wakil Bendahara Umum Sdri. Nurul Husna
Pelantikan pengurus Himatansi pertama diadakan pada 22 februari 2009

Beberapa Kegiatan yang dijalankan diantaranya :

  1. Training Dasar Organisai (TDO)
  2. Workshop Administrasi
  3. Training Myob

KEPENGURUSAN
Kepengurusan unimal terdiri dari beberapa bidang dalam menjalankan  Himatansi
Bidang Kaderisasi
Bidang Kajian Akuntansi
Bidang Agama
Bidang Seni
Bidang Olahraga
Bidang Infokom
Bidang Humas
Setiap bidang terdiri dari ketua dan wakilnya beserta para anggota

Ketua
Sdr. Fauzan Ishak Aksa dan Sdr.Fahreza Frilanda (2009-2010)
Sdr. Junaidi dan Sdr.fakhrurrazi (2010-2011)
Sdr.Yusrizal dan Sdr. Muhammad Jufri (2011-2012)
Sdr. Abdul Mughni Fahrizan dan Sdr. Irfan Kamal (2013-2014)
Sdr. Andra Supriatna dan Sdr. Putra Agus Wanda


Sejarah Himatansi Universitas Malikussaleh

Mengatasi Rasa Rendah Diri

Written By Mari berbagi on Tuesday, 4 September 2012 | 16:04



Perasaan rendah diri bisa membunuh kita. Tentunya bukan dalam pengertian membunuh secara fisik, melainkan membunuh karakter pribadi. Membunuh motivasi Orang yang rendah diri cederung menarik diri dari lingkungan. Kalaupun berbaur dengan orang lain, dia memposisikan dirinya di pojok ruangan yang nyaris tidak kelihatan. Orang-orang rendah diri tidak berani untuk menunjukkan ‘siapa dirinya’ dan ‘apa yang bisa dilakukannya’ lebih baik dari orang lain. Bukankah ini seperti sebuah kematian? Ya, kematian nilai diri seseorang.


Sifat rendah diri itu seperti keran air yang karatan. Dia sangat sulit untuk dibuka, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Ada begitu banyak persediaan air dalam bak penampungan diatas atap, tetapi tidak bisa keluar karena alirannya terhalang oleh keran yang tersumbat. Ada begitu banyak persediaan potensi diri yang kita miliki, namun terkunci oleh perasaan rendah diri yang menghambat.

Bagi Anda yang tertarik untuk belajar mengatasi rasa rendah diri, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence berikut ini:

1. Menghargai diri sendiri.
Penyebab utama perasaan rendah diri bukanlah cara orang lain memperlakukan kita, melainkan bagaimana cara kita memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Jika Anda sendiri menghargai diri sendiri dengan baik, orang lain tidak akan berhasil menjatuhkan mental Anda; sekalipun mereka berusaha untuk merendahkan Anda. Namun sebaik apapun orang lain memperlakukan Anda, jika Anda sendiri memandang rendah kepada diri sendiri maka Anda tetap akan menjadi pribadi yang rendah diri. Untuk bisa mengatasi rasa rendah diri kita harus mulai dengan cara menghargai diri sendiri dengan sepantasnya terlebih dahulu.

2. Mengambil kendali atas hidup Anda.
Mari perhatikan lagi orang-orang disekitar kita. Ada orang-orang yang wajahnya tidak secantik atau setampan kita. Pendidikannya tidak setinggi kita. Penampilannya tidak sebonafid kita. Tetapi mereka begitu percaya diri. Mereka tidak menghiraukan cibiran orang lain. Mereka tidak memperdulikan pandangan yang meremehkan. Walhasil, mereka dapat berkarya semaksimal mungkin, lalu menghasilkan pencapaian yang tinggi. Apakah Anda bisa menemukan orang yang seperti itu? Mereka telah membuktikan bahwa kemudi hidup berada dalam kendalinya, bukan ditentukan oleh penilaian orang lain atas dirinya. Dengan mengambil kendali hidup, mereka berkonsentrasi kepada usaha-usahanya. Meski pada awalnya berat, namun di garis akhir mereka mendapatkan penghargaan yang tinggi. Bahkan dari orang-orang yang sebelumnya menyepelekan.

3. Mengimbangi kekurangan dengan kelebihan diri.
Keliru jika kita mengira orang lain lebih beruntung dari diri kita. Faktanya, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Orang-orang yang rendah diri adalah mereka yang terkurung dalam zona kekurangan dirinya sambil membiarkan potensi dirinya tersia-siakan. Sebaliknya, orang-orang yang berhasil bukanlah mereka yang tidak memiliki kekurangan, melainkan yang senantiasa berfokus pada usaha untuk mengoptimalkan kelebihan yang dimilikinya. Mereka menyadari kekurangan dirinya, namun mengimbangi kekurangan itu dengan kelebihan dirinya.

4. Mengembangkan diri tiada henti. Diatas gunung ada gunung.
Bahkan sekalipun Anda seorang yang percaya diri, bisa jadi merasa rendah diri ketika berhadapan dengan orang lain yang tingkatannya lebih tinggi dari Anda. Seorang Manager mungkin merasa lebih superior dihadapan para staffnya. Namun, ketika berhadapan dengan para direktur? Gemetaran juga, bukan? Hal itu bisa diatasi dengan usaha mengembangkan diri secara terus menerus. Faktanya, orang lebih menghormati kemampuan seseorang daripada jabatan yang disandangnya. Meski jabatan Anda tinggi, jika kapasitas aktual Anda tidak sepadan; orang lain akan meremehkan Anda. Tetapi, sekalipun jabatan Anda biasa saja; jika Anda bisa menunjukkan kapasitas diri yang tinggi, orang tetap menghargai Anda.

5. Berkontrisbusi kepada orang lain.
Fakta menunjukkan jika siapapun sangat menyukai orang-orang yang memberi kontribusi. Ketika seseorang mampu berkontribusi, dia langsung dihormati tanpa ditanya; berapa banyak uang yang Anda miliki? Seseorang yang berkontribusi dimuliakan tanpa dipermasalahkan apakah hidungnya mancung atau pesek, apakah dia seorang pejabat atau rakyat. Jika hidup kita masih dirundung rasa rendah diri, itu mungkin karena kita belum berkontribusi. Berkontribusilah kepada orang lain, maka Anda akan dihormati. Kemudian dengan kehormatan yang Anda dapatkan itu, rasa rendah diri akan sirna dengan sendirinya.
Setiap manusia sama kedudukannya. Yang membedakan adalah; apakah dia bisa memberi manfaat atau tidak. Guru kehidupan saya bahkan mengajarkan bahwa: ”sebaik-baik manusia adalah dia yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.” Betapa bangganya kita ketika bisa memberi manfaat. Ini bukan tentang rasa bangga dihadapan sesama manusia, melainkan kebanggaan dihadapan Tuhan. Karena dengan manfaat yang kita tebarkan, kita ikut menunjukkan; betapa Tuhan itu senang menebarkan kebaikan.




Nasionalisme Dan Mahasiswa

Written By Mari berbagi on Sunday, 15 January 2012 | 08:20


Ketika berbicara mengenai nasionalisme dalam konteks Indonesia pada saat ini, tentunya tidak terlepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan perkembangan kontemporer kita saat ini. Kedua hal ini masih terus mempengaruhi nasionalisme, baik itu dari aspek definisi atau aspek praktikal, dan tidak hanya saling mempengaruhi, namun juga akan memunculkan silang pendapat antara golongan yang berusaha menghidupkan kembali romantisme masa lalu dan golongan yang berusaha memahami realitas pada saat ini.

Nasionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia (Wikipedia, 2006). Nasionalisme akan mudah untuk dimengerti dan diimplementasikan jika ada musuh bersama. Jika musuh ini hilang, maka ikatan nasionalisme akan mengendur dengan sendirinya. pada saat itu para pendiri bangsa berusaha membuat sebuah nasionalisme yang dapat mempersatukan seluruh masyarakat yang berada dalam wilayah jajahan Belanda.contoh perilaku naionalisme dalam menghadapi musuh bersama  yaitu ketika melawan pergerakan komunis Indonesia (PKI) karena dianggap sebagai biang keladi Gerakan 30 September. Lebih dari 30 tahun kemudian, Indonesia memperoleh kembali sebuah musuh bersama, yaitu Orde Baru, sehingga gerakan nasionalisme dapat menghasilkan reformasi dan demokrasi yang selama 30 tahun dikebiri. Namun ketika musuh bersama tersebut telah berhasil dilumpuhkan, kepentingan kelompok kembali muncul mengesampingkan nasionalsime itu sendiri.

Sikap nasionalisme harus di miliki oleh setiap warga negaranya. Baik itu untuk kalangan muda ataupun kalangan tua. Karena sikap nasionalisme akan menghasilkan dampak yang baik untuk negaranya . Masih ingatkah kita bagaimana para penjuang-pejuang bangsa Indonesia merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah 64 tahun silam. Setidaknya dari ingatan tersebut dapat kita tarik kesimpulan sederhana bahwa tanpa semangat nasionalisme para penjuang Indonesia tidak akan pernah bisa merebut kedaulatan bangsa Indonesia dari tangan para penjajah, bayangkan saja hanya bermodalkan bambu runcing dan alat seadanya pejuang-pejuang Indonesia dapat mengusir para penjajah yang pada saat itu telah menggunakan alat-alat yang jauh lebih modern dari pada pejuang Indonesia. Jika kita menilik sekilas sejarah dari bangsa Indonesia, kemudian kita hubungkan dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang, mungkin terlalu awal untuk menarik kesimpulan bahwa bangsa Indonesia semakin tahun semakin mengalami kemunduran dibandingkan dengan awal di saat Indonesia merebut kemerdekaannya, tetapi kita sadar atau tidak tanda-tanda itu sudah mulai ada. Di saat kondisi bangsa Indonesia yang seperti ini, seharusnya bangsa Indonesia tidak perlu jauh-jauh mencari kambing hitam ke sana ke mari tanpa ada solusi yang jelas. Indonesia hanyalah perlu bercermin pada sejarahnya sendiri kalau dahulu kita bisa jaya dan disegani oleh negara-negara yang ada di Benua Asia.

Bayangkan saja perilaku sebagian wakil rakyat dipemerintahan sekarang bukankah begitu banyak dari mereka yang melakukan tindakan korupsi kemudian prilaku-prilaku kaum muda Indonesia, katakanlah mahasiswa mereka berteriak keras-keras menolak korupsi tetapi dalam tingkah kesehariannya. Mereka juga melakukan hal-hal yang menjurus kepada korupsi, bukankah begitu banyak para mahasiswa yang lulus dengan hanya membeli skripsi dengan uang atau sebagai contoh kecil saja adakah mahasiswa yang mengerjakan tugas dari dosennya 100% hasil kemampuan sendiri atau katakanlah 50% saja hasil kemampuan sendiri yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan konyol ini hanyalah mereka-mereka yang pernah duduk dibangku perkuliahan atau pernah menjadi mahasiswa.

Kemudian ada hal-hal yang lebih memprihatinkan lagi yang akan menambah keyakinan kita bahwa rasa nasionalisme itu sudah benar-benar terkikis yaitu pernahkah kita berpikir bahwa anak-anak seusia sekolah dasar sudah sangat jarang yang mengenal lagu nasional apalagi yang namanya lagu daerah mungkin sudah sama sekali tidak ada yang mengenalnya atau ada dari sebagian kecil mereka yang masih mengenal lagu nasional atau pun lagu daerah. Tetapi mereka mengenalnya bukan dari kurikulum pendidikan yang ada melainkan mereka mengenal melalui kegiatan ekstarkurikuler sebut saja pramuka.

Meskipun tidak semua mahasiswa bertindak anarkis dalam menjalankan aspiransi rakyat terhadap parlementer . ada juga mhasiswa yang secara berani berunjuk rasa di depan pemerintahan agar para parlemen tidak bersikap seenaknya dalam menjalankas tugas apalagi sampai merugikan rakyat kecil. Contohnya saja dalam aksi untuk rasa yang di lakukan oleh sekelompok mahasiswa terhadap pemerintahan pada saat masalah bank century yang terabaikan oleh pemerintah . selain itu sikap nasionalisme mahasiswa juga sangat berpenbgaruh terhadap perubahan bangsa ini . jadi sikap nasionalisme tidak harus di lakukan oleh mahasiswa ataupun oleh anak remaja saja namun seluruh warga Negara ini di wajibkan memiliki rasa sikap nasionalisme terhadap cinta tanah air . agar tujuan Negara ini bisa terlaksana secara terstruktur dan tidak menyeleweng .

Fasilitas Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh

Written By Mari berbagi on Sunday, 4 December 2011 | 08:42

Secara umum prasarana pendidikan yang dimiliki oleh fakultas ekonomi cukup memadai untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tridarma perguruan tinggi, sementara kondisi sarana masih belum memadai. Di masa depan, Fakultas Ekonomi perlu mengembangkan satu gedung administrasi yang lebih representatif, membangun dan mengembangkan berbagai laboratorium prodi dan pusat studi, mengupayakan ketersediaan LCD pada tiap-tiap ruang kuliah, menambah jumlah laptop untuk menunjang aktivitas kerja, dan penambahan buku teks, jurnal, dan bahan bacaan lainnya.

Sejarah Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh

Written By Mari berbagi on Tuesday, 29 November 2011 | 18:04

Pendirian Fakultas Ekonomi sudah dirintis sejak tahun 1986, dengan di keluarkannya SK Yayasan Pendidikan Malikulssaleh No. 029/SK/YPM/1986 tentang Pengangkatan Dekan a.n. Drs. M. Hasan Usman. Atas dasar surat keputusan tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh sudah mulai melaksanakan kegiatan pendidikan sejak tahun 1986.
Fakultas Ekonomi merupakan salah satu fakultas yang berada dibawah naungan Universitas Malikussaleh. Sebelum Universitas Malikussaleh lahir, telah ada Perguruan Tinggi Islam Malikussaleh yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Islam tertanggal 24 Mei 1972. Namun, karena belum memenuhi persyaratan sebagai perguruan tinggi, maka dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Malikussaleh. Universitas Malikussaleh resmi berdiri pada tanggal 16 Februari 1981 dengan Akte Notaris No. 50. Selanjutnya melalui Akte Notaris No. 054 tanggal 16 Februari 1981, Yayasan Perguruan Tinggi Islam Malikussaleh berubah menjadi Yayasan Perguruan Tinggi Malikussaleh, yang didalamnya terdapat 2 Sekolah Tinggi, 1 Fakultas, 1 Sekolah Menengah Umum dan 1 Taman Kanak-kanak.
Dalam perkembangan berikutnya, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0584/0/1989, tanggal 11 September 1989, ditetapkan status terdaftar kepada fakultas/jurusan/program studi di lingkungan Universitas Malikussaleh, termasuk Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Manajemen.
Seiring dengan berlakunya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri mengabulkan permintaan masyarakat Aceh dalam menindaklanjuti keistimewaan Aceh di bidang pendidikan dengan mengubah status Universitas Malikussaleh menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan Keppres Nomor 95 Tahun 2001.
Berdasarkan Keppres No 95 Tahun 2001, maka Universitas Malikussaleh menjadi Universitas Negeri ketiga di Nanggroe Aceh Darussalam setelah Universitas Syiah Kuala dan IAIN Ar-Raniry. Seiring dengan perubahan status Universitas Malikussaleh dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut, Fakultas Ekonomi melakukan pembenahan dan pengembangan diri. Fakultas Ekonomi membuka program studi (prodi) baru, yaitu Prodi Bisnis, Prodi Akuntansi, Prodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dan Prodi D-III Kesekretariatan. Pengembangan prodi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi fakultas pada khususnya dan bagi universitas dan daerah pada umumnya.
Berikut adalah para dekan yang pernah memimpin FE Unimal, yaitu:
Periode Perguruan Tinggi Swasta
  1. Periode 1986 -1990
    Drs. M. Hasan Usman
  2. Periode 1990 – 1993
    Drs. Abdul Mutaleb Hasan
  3. Periode 1993 – 1998
    Drs. Salem Mubarak Balatif
  4. Periode 1998 – 2000
    Drs. A. Hadi Arifin, M. Si
Periode Setelah Penegerian
  1. Periode 2000 – 2002
    Apridar, SE, M. Si
  2. Periode 2002 – 2006
    Faisal Matriadi, SE, M. Si
  3. Periode 2006 – 2010
    Faisal Matriadi, SE, M. Si,  www.fe-unimal.org

Sejarah Universitas Malikussaleh

Universitas Malikussaleh didirikan dengan mengambil nama besar Raja Kerajaan Samudera Pasai pertama, yang dilandasi pada semangat estafet kepemimpinan dan pembangunan yang telah diletakkannya melalui sifat kepeloporan, kedinamisan, serta patriotismenya Sultan Malikussaleh. Kerajaan Islam Samudera Pasai dalam sejarah tercatat sebagai Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang menjadi cikal bakal pusat pengembangan dan penyebaran agama Islam di kawasan Nusantara dan Asia Tenggara, merupakan pusat Pendidikan Islam dan Ilmu Pengetahuan ternama yang mewariskan semangat pejuang bagi generasi penerusnya dalam mengembangkan agama Islam, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang telah menghasilkan Syech (Guru Besar) dan ilmuan lainnya. Sehingga kecemerlangan pemikiran mereka pada saat itu telah memberi dampak besar pada Era Kemakmuran dan Kejayaan (Welfare State) atau “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur” suatu Negeri Indah, Adil, dan Makmur yang Diridhai Allah SWT.

Sultan Malikussaleh bukan saja telah mampu meletakkan dasar yang kokoh pada masanya, bahkan fundament yang pernah ia tegakkan telah mewarnai watak dan spirit bangsa ini hingga sekarang. Meskipun di daerah Aceh Kerajaan Samudera Pasai telah lenyap dan Malikussaleh juga telah wafat, namun semangat kepeloporan, kedinamisan, serta patriotismenya masih tetap terukir di sanubari dan menjadi pendorong perjuangan bangsa ini. Latar belakang sejarah yang dijiwai oleh semangat itulah yang menjadi tumpuan harapan bagi generasi penerus yang dihasilkan oleh Universitas Malikussaleh. Didukung oleh sumber daya alam yang maha kaya, Universitas Malikussaleh diharapkan mampu memberdayakan sumber daya manusia daerah Aceh Utara khususnya dan Aceh pada umumnya.

Cikal Bakal Lahirnya Universitas Malikussaleh

Sebagai cikal bakal Universitas Malikussaleh bermula dari menjelmanya Akademi Ilmu Agama jurusan Syariah yang didirikan dengan Surat Keputusan Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Aceh Utara Nomor : 01/TH/1969 tanggal 12 Juni 1969, pada masa Bupati Drs. Tgk. Abdul Wahab Dahlawy. Selanjutnya tanggal 15 September 1970 dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tingkat II Aceh Utara Nomor : 01/TH/1970 Akademi Ilmu Agama (AIA) dilengkapi pula dengan jurusan Ilmu Politik. Dengan Akte Notaris Nomor : 15 tanggal 17 Juli 1971 dibentuk pula Yayasan Perguruan Tinggi Islam (YPTI) sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan Akademi Ilmu Agama. Kemudian dengan Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Nomor : 001/YPTI/1971 tanggal 1 Agustus 1971, Akademi Ilmu Agama diubah namanya menjadi Perguruan Tinggi Islam dengan jurusan Akademi Syariah, jurusan Akademi Ilmu Politik, jurusan Akademi Tarbiyah, serta jurusan Dayah Tinggi/Pesantren Luhur. Perguruan Tinggi Islam ini mengalami perubahan nama lagi menjadi Perguruan Tinggi Islam Malikussaleh (disingkat dengan sebutan PERTIM), melalui Surat Keputusan Yayasan Perguruan Tinggi Islam tanggal 24 Mei 1972. Tahun 1980 menjadi Yayasan Universitas Malikussaleh dengan singkatan UNIMA.

Dalam sejarahnya yang panjang dan melalui proses yang rumit pula, akhirnya tanggal 18 Juli 1984 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0607/0/1984 Sekolah Tinggi Administrasi Negara memperoleh Status Terdaftar. Sedangkan Sekolah Teknik mendapat giliran status terdaftar pada tanggal 24 Agustus 1984, dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0392/0/1984. Selanjutnya pada tahun 1986 didirikan pula Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0584/0/1989 tanggal 11 September 1989 kembali Universitas Malikussaleh berintegrasi dalam Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Hanya saja Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tidak memiliki status terdaftar, tahun 1990 FKIP ditutup.

Universitas Malikussaleh hingga kini, didukung oleh 5 fakultas yaitu Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Program Kesekretariatan. Kecuali Program Kesekretariatan yang D III, 11 program studi lainnya merupakan Strata 1 yaitu Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Manajemen Perusahaan, Ilmu Hukum, serta Agronomi.

Penegerian Universitas Malikussaleh

Kondisi politik di Aceh yang ditandai oleh konflik berkepanjangan telah menimbulkan dampak yang serius dan mendalam terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat Aceh, berupa kehilangan harkat dan martabat, degradasi nilai-nilai sosial yang semakin memprihatinkan dan semakin menjauhkan dari suasana Masyarakat Madani (Civil Society). Apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa upaya penyelesaian yang kongkrit dan komprehensif, maka dapat menimbulkan ancaman terjadinya disintegrasi bangsa.

Untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat Aceh kepada Pemerintah Pusat yang berkesinambungan dalam suasana masyarakat Madani, diperlukan adanya usaha untuk melahirkan sebuah Universitas Negeri Kedua setelah Universitas Syiah Kuala yang merupakan dambaan masyarakat Samudera Pasai khususnya dan masyarakat Aceh umumnya. Upaya ini merupakan bagian dari proses penyelesaian konflik Aceh yang menyeluruh sebagai suatu kebijakan strategis politik, mengingat wilayah Samudera Pasai yang terdiri dari Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Pidie, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara yang sebahagian wilayahnya merupakan daerah pusat konflik paling bergolak. serta paling intensif menentang pemerintah pusat sebagai akibat dari ketidakadilan dan kekeliruan kebijakan Pemerintah Pusat di masa lalu. Disamping itu, di wilayah tersebut juga memiliki deposit sumber daya alam yang maha kaya yang dapat diolah bagi kemakmuran masyarakat.

Menteri Pendidikan Nasional dengan keputusannya Nomor : 216/P/2000 tanggal 16 November 2000 membentuk Tim Persiapan Perubahan Status Universitas Malikussaleh Lhokseumawe dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), selanjutnya disingkat Tim Persiapan. Tim Persiapan bertugas mempersiapkan pelaksanaan pendirian Universitas Negeri Malikussaleh Lhokseumawe secara bertahap sampai terpenuhinya seluruh persyaratan pendirian menjadi universitas negeri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor : 004/D/T/2001 Tanggal 2 Januari 2001 kepada Rektor Universitas Malikussaleh mengenai surat Dirjen Pendidikan Tinggi kepada Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 3458/D/T/2000 Tanggal 2 Oktober 2000 tentang kesiapan Universitas Malikussaleh menjadi Perguruan Tinggi Negeri yang telah mendapat disposisi Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 6015/TUM/2000 Tanggal 21 Desember 2000.

Dirjen Pendidikan Tinggi dengan surat Nomor : 1252/D/T/2001 Tanggal 24 April 2001 mempertanyakan kepastian status Universitas Malikussaleh apakah milik masyarakat Aceh Utara dan dibiayai dengan APBD atau milik pemerintah dan dibiayai dengan APBN. Sekiranya tetap diproses penegeriannya maka Peraturan Daerah Nomor : 26 Tahun 1999 otomatis akan gugur setelah terbitnya Keputusan Presiden tentang Penetapan Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Menjawab surat Dirjen Pendidikan Tinggi mengenai status pemrosesan Penegerian Universitas Malikussaleh, maka Rektor Universitas Malikussaleh dengan surat Nomor : 540/UNIMA/H/2001 Tanggal 28 April 2001, menjelaskan bahwa program penegerian Universitas Malikussaleh adalah suatu aspirasi dan permintaan masyarakat Aceh Utara khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya, yang menjadi bagian dari upaya penyelesaian konflik Aceh dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini bermaksud bahwa dengan modal dasar dari milik masyarakat Aceh Utara dapat diupayakan pengembangannya oleh pemerintah pusat untuk penegeriannya, serta menyerahkan sepenuhnya menjadi milik pemerintah pusat setelah dikeluarkannya Keputusan Presiden R.I.

Berkenaan dengan penetapan status Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri, Dirjen Pendidikan Tinggi mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan Nomor : 1620/D/T/2001 Tanggal 8 Mei 2001. Dengan pertimbangan antara lain, Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 216/P/2000 tentang Pembentukan Tim Persiapan Penegerian Universitas Malikussaleh tertanggal 16 Nopember 2001 merupakan dasar yang kuat untuk proses penetapan status tersebut di atas. Dalam Keputusan Menteri tersebut di atas, terkandung maksud bahwa persiapan penegerian dilaksanakan secara bertahap sampai terpenuhinya seluruh persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dirjen Pendidikan Tinggi telah melakukan pembinaan untuk persiapan tersebut antara lain mengalokasikan anggaran pembangunan.

Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor : 264/MPN/2001 Tanggal 14 Mei 2001 yang ditujukan kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, menyampaikan usulan penetapan status Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri melalui surat Keputusan Presiden. Dasar pertimbangannya antara lain adalah ; Sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 216/P/2000 tanggal 16 Nopember 2000 tentang Pembentukan Tim Persiapan Penegerian Universitas Malikussaleh. Departemen Pendidikan Nasional telah mulai melakukan pembinaan untuk persiapan tersebut melalui pengalokasian anggaran pembangunan untuk peningkatan kualitas pembelajaran mulai tahun anggaran 2001. Secara menyeluruh persyaratan akademik yang dimiliki Universitas Malikussaleh telah mendekati persyaratan sebuah perguruan tinggi negeri, sedangkan kekurangan yang ada (seperti peningkatan status program studi) dapat diatasi secara bertahap mulai tahun anggaran 2002. Secara administratif, masih diperlukan beberapa proses untuk penetapan status negeri yaitu ; 1) pengalihan asset dari Yayasan Pendidikan Malikussaleh kepada Pemerintah Pusat dan 2) pengalihan status pegawai swasta menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dengan surat Nomor : 170/M.PAN/7/2001 Tanggal 4 Juli 2001 kepada Menteri Pendidikan Nasional menyarankan, penetapan Universitas Malikussaleh menjadi Perguruan Tinggi Negeri seyogyanya dilakukan persiapan pendirian terlebih dahulu yang penetapannya diatur dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional. Selanjutnya pendirian Universitas Malikussaleh akan diproses penetapannya melalui Keputusan Presiden setelah langkah/tahapan persiapan dimantapkan dengan memperhatikan skala prioritas dan kondisi keuangan negara serta sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 60 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi.

Rektor Universitas Malikussaleh melalui surat Nomor : 367/UNIMA.H/2001 Tanggal 6 Juli 2001 mengharapkan kepada Menteri Pendidikan Nasional agar pendirian Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri dapat diusulkan oleh Menteri Pendidikan Nasional kepada Presiden untuk penetapan Keputusan Presiden sebagai dasar hukum pendiriannya. Demikian pula diikuti dengan surat Nomor : 368/UNIMA.H/2001 Tanggal 7 Juli 2001 yang ditujukan langsung kepada Presiden R.I untuk penetapannya.

Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor : 71100/MPN/2001 Tanggal 18 Juli 2001 mengajukan permohonan kepada Presiden R.I untuk penetapan Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Dengan memperhatikan seluruh pertimbangan tersebut di atas, berpendapat bahwa Universitas Malikussaleh telah memenuhi persyaratan untuk menjadi perguruan tinggi negeri sesuai dengan ketentuan yang berlaku ; Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Berkenaan dengan hal di atas dan khususnya memperhatikan aspirasi masyarakat Aceh, dimohon kepada Presiden untuk dapat menerbitkan Keputusan Presiden tentang Penetapan Universitas Malikussaleh sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Rektor Universitas Malikusaleh menyampaikan surat dengan Nomor : 371/UNIMA.H/2001 Tanggal 30 Juli 2001 kepada Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan menyampaikan Aspirasi Rakyat Aceh untuk menetapkan Universitas Malikussaleh yang berkedudukan di Lhokseumawe – Aceh Utara sebagai Perguruan Tinggi Negeri dengan Keputusan Presiden sebagai dasar hukum pendiriannya.

Puncak dari upaya yang maksimal untuk meningkatkan status Universitas Malikussaleh yakni ketika Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 95 Tahun 2001, tanggal 1 Agustus 2001 mengenai Penegerian Universitas Malikusssaleh. Dengan dinegerikannya Universitas Malikussaleh berarti di Nanggroe Aceh Darussalam yang berpenduduk sekitar 4,3 juta jiwa tersebut sudah memiliki dua universitas negeri, yakni Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh dan Universitas Malikussaleh (Unima) di Lhokseumawe, Aceh Utara, serta satu Perguruan Tinggi Agama Islam (IAIN) Ar-Raniry di Darussalam Banda Aceh.

Akhirnya, dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, pada hari Sabtu Tanggal 8 September 2001 di Lhokseumawe, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri meresmikan Pendirian Universitas Malikussaleh sebagai Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Bagi Masyarakat Aceh, semoga Allah SWT meridhai upaya kita bersama dalam mencerdaskan bangsa. Saat ini Universitas Malikussaleh memiliki singkatan nama UNIMAL

www.unimal.ac.id: Sejarah Universitas Malikussaleh

Dewan Pengawas Organisasi

More on this category »

Bidang Kaderisasi

More on this category »

Bidang Kajian

More on this category »
 
Support : Creating Website | J T | M T
Copyright © 2013. HIMATANSI UNIMAL - All Rights Reserved
Template Modify by Andra Supriatna
Proudly powered by Blogger